Alasan Pentingnya Persiapan Mental Sebelum Menikah
Foto: tribunnews.com

PASANGAN.id – Menikah merupakan sebuah mimpi yang hampir dimiliki oleh semua pasangan. Sebagai sebuah mimpi mulia untuk memulai sebuah fase baru, diperlukan persiapan matang sebelum melangsungkan pernikahan.

Mimpi melaksakan pernikahan selalu dibarengi oleh bayangan tentang betapa bahagianya menikmati sisa hidup di dunia ini dengan orang yang sangat kita cintai.

Keteledoran kita adalah selalu merasa bahwa dengan menikah maka kebahagiaan itu sudah dicapai dengan sempurna.

Padahal menikah tidak melulu berbicara tentang nikmatnya hidup bersama, tetapi juga selalu ada beberapa duka yang menjadi warna kehidupan pernikahan.

Kita sepertinya juga harus menyadari bahwa dalam hidup ini tidak ada yang sempurna, selalu saja ada masalah dan rintangan yang harus dihadapi. Mungkin saja masalah sudah mulai timbul ketika Anda dan pasangan baru memutuskan untuk menikah.

Perlu disadari pernikahan bukan hanya tentang Anda dan pasangan, tetapi juga melibatkan orang tua, keluarga, dan orang-orang terdekat. Masuknya pendapat atau pandangan yang berbeda dari orang lain, dapat membuat proses persiapan menjadi kurang nyaman.

Bisa juga Anda dan pasangan mendadak tidak kompak saat menyiapkan segala hal untuk pernikahan karena rentan konflik. Kondisi seperti itu harus dicari solusinya.

Selain itu, setelah menggelar acara pernikahan, Anda memulai kehidupan baru bersama pasangan. Jika terjadi perselisihan, sudah tak bisa lagi melakukan putus-sambung seperti kala berpacaran. Semua harus dihadapi bersama.

Oleh karena persoalan tersebut, sangat penting bagi kita untuk mulai mempersiapkan mental dengan baik untuk menghadapi tantangan dalam pernikahan yang hendak kita jalankan.

Ega Alafth, seorang psikolog asal Jakarta menjelaskan bahwa saat seseorang menikah tanpa mempersiapkan diri secara psikologis, risiko paling sering adalah perceraian di usia pernikahan yang baru sebentar.

Menurut Ega Alfath, terdapat 3 formula yang dapat membantu mempersiapkan mental sebelum menikah dan mengarungi bahtera rumah tangga. Formula itu juga bisa digunakan dalam mengarungi pernikahan nantinya.

Adapun tiga hal yang dimaksud adalah sebagai berikut:

1. Sadar

Anda harus menyadari bahwa setiap orang mempunyai kekurangan dan kelebihan, termasuk pasangan, keluarga besar, dan teman-teman dari pasangan.

Kekurangan tidak hanya ada pada mereka, tetapi juga pada diri Anda. Bila ada konflik yang muncul berulang kali, sebaiknya Anda bersama pasangan sadar diri mencari penyebabnya untuk mengantisipasi atau menyelesaikan masalah itu.

2. Tahu

Tak hanya mengetahui perasaan yang saling mencintai, tapi kita juga perlu mengetahui tentang kebutuhan, harapan, dan visi pernikahan yang Anda dan pasangan miliki untuk menyelaraskan tujuan hidup.

Memiliki pengetahuan tentang ilmu pernikahan juga perlu untuk mengedukasi diri.

3. Mau

Anda dan pasangan harus mau berjuang dan komitmen bersama pasangan. Berjuang untuk saling memperbaiki diri, memaafkan kesalahan diri dan pasangan dalam hubungan.

Mau terbuka mengenai apa yang membuat kita nyaman dan tidak. Pertikaian hebat dalam kehidupan berpasangan seringkali terjadi bukan karena suatu masalah besar saja, tetapi ketidaknyamanan yang kecil dan menumpuk dalam hubungan.

Ega menjelaskan bahwa kandasnya sebuah hubungan pernikahan tidak melulu karena berkurangnya kadar percintaan antara dua orang yang berkomitmen untuk menikah tetapi juga soal bagaimana kita berkemauan untuk memperjuangkan hubungan.

Artikel Sebelumnya5 Hal yang Wajib Dilakukan Jika Pasangan Selingkuh
Artikel BerikutnyaTips Membicarakan Masalah Keuangan dengan Pasangan