Bisakah Berkata 'Putus' Tanpa Menyakiti Pasangan?
Foto: Grid.ID

PASANGAN.id – Mengalami perasaan dicintai dan mencintai merupakan sesuatu yang menyenangkan. Akan tetapi ada kalanya sebuah perpisahan harus ada karena banyak alasan. Alasan putus bisa karena terhalang restu orangtua, perbedaan prinsip hidup, perbedaan agama dan lain-lain.

Mengakhiri hubungan dengan pasangan, apalagi jika hubungan sudah dibina cukup lama, sering kali menjadi momentum yang membuat kita tidak nyaman. Namun, tak jarang perpisahan adalah solusi terbaik dari hubungan yang tak bisa dilanjutkan.

Kita sering kali terlalu fokus dengan pihak yang “dibuang”, tetapi jarang menempatkan diri sebagai pihak yang memutuskan hubungan. Padahal, memutuskan hubungan juga tidak mudah..

Anda perlu tegas untuk menentukan arah hidup Anda. Justru dengan kejujuran Anda bukan saja menyelamatkan hidup Anda dari kemunafikan, tetapi menyelamatkan pasangan dari sebuah kebohongan.

Bisa jadi sebenarnya selama ini kalian sama-sama merasa tidak nyaman, hanya saja bingung mengungkapkan kata putus seperti apa.

Dilansir kompascom berikut sejumlah hal yang bisa kita lakukan untuk berani berkata putus dengan lebih tidak menyakitkan kepada pasangan.

1. Pilih Waktu dan Tempat yang Netral

Memang tidak pernah ada waktu yang tepat untuk memutuskan hubungan dengan seseorang, tetapi setidaknya jangan pilih waktu ulang tahunnya, detik-detik ia pergi kerja, atau bahkan ketika sedang berhubungan intim.

Kamu bisa meminimalisasi kecanggungan dengan memilih lokasi yang pribadi (hindari putus lewat telepon) dan sejauh mungkin dari waktu-waktu libur panjang.

Ketika kamu sudah tahu kamu harus memutuskan hubungan, simpanlah rencana itu untuk dirimu sendiri hingga waktunya tiba. Hal ini bisa membuat Anda dan pasangan bisa berpikir jernih dan sikap Anda yang seperti itu bisa membuatnya dihargai.

2. Jangan jadikan perbincangan panjang

Ketika Anda melakukan perbicangan tentang memutuskan hubungan, cukup lakukan satu kali saja. Jika kamu perlu mengirimkan suatu pesan, setidaknya tunggu satu bulan.

Jika Anda ada di kelompok pertemanan yang sama, bersikap seolah dirimu dan pasangan baik-baik saja mungkin terlalu terburu-buru. Namun, terus membicarakan tentang putus tersebut hanya akan memperpanjang rasa sakit.

Jadi, jika pasangan Anda (yang akan jadi mantan) tersebut nantinya terus-menerus ingin membicarakan hubungan kalian yang sudah berakhir, lebih baik¬† Anda mengatakan, “Aku tidak bisa membicarakan hal ini lagi. Aku tahu rasanya, aku terlalu tak punya hati, jadi aku minta maaf.”

Hal ini penting untuk menghindari gagal move on dan akhirnya ingin kembali lagi. Padahal Anda sudah punya prinsip hidup penting kenapa Anda sampai memutuskan hubungan tersebut.

Menghindari perbincangan-perbincangan seperti itu bukan berarti anda membenci mantan pasangan Anda, akan tetapi Anda menjaga perasaan dan komitmen Anda sendiri.

3. Hindari hal klise

Hal paling minimal yang bisa kamu lakukan adalah memegang kata-kata sendiri. Setidaknya, atur dengan baik kalimat yang akan kamu katakan sehingga ketika momentum itu tiba, katakan apa maksudmu, dengan singkat dan jelas, lalu selesaikan.

Karena bisa jadi ketika mengatakam putus secara langsung, Anda tidak tega melihat wajahnya. Apalagi jika pasangan Anda menunjukkan sikap tidak terima.  Jadi hindari pembahasan yang bertele-tele dan langsung sampaikan maksud Anda.

4. Jujur

Namun, jangan terlalu jujur. Apa pun alasanmu sebenarnya, alasan Anda memutuskan hubungan tak perlu dikomunikasikan terlalu eksplisit.

Bahkan jika seseorang memohon kepadamu untuk memberi alasan yang spesifik, mengungkapkannya terlalu rinci jarang menjadi opsi yang baik.

Alasan-alasan yang terlalu spesifik sering kali akan menyakitkan dan rasa sakit itu bertahan hingga berbulan-bulan, bahkan tahun.

Anda harus mengizinkan hanya beberapa hal yang menurut Anda tidak menyakiti pasangan, tetapi juga mampu membuat dia mengerti bahwa perpisahan tersebut adalah jalan terbaik.

5. Jangan berubah pikiran

Ketika Anda mau memutuskan hubungan dengan seseorang, jangan buka peluang bagi orang tersebut untuk mengubah keputusanmu.

Hal itu hanya akan membuat kondisi jauh lebih buruk ketika suatu saat kamu memutuskan hubungan dengannya, yang mana hampir mungkin tak terhindarkan.

Meskipun ada beberapa pasangan yang pernah putus, tetapi kembali menjalin hubungan, seperti Chrissy Teigen dan John Legend atau yang lainnya, tetapi kasus-kasus itu adalah pengecualian.

Ketika Anda sudah sampai di titik di mana Anda merasa putus adalah jalan terbaik, maka lakukanlah.

6. Minta maaf

Terakhir, jangan malu meminta maaf. Akuilah bahwa Andalah yang memutuskan hubungan dan hal itu bukanlah hal yang adil. Jangan lupa juga untuk memaafkan dirimu sendiri.

Memutuskan hubungan bukanlah tindakan kriminal dan bukan sesuatu yang kejam. Ini adalah bagian lain dari sebuah hubungan. Sayangnya, ini adalah bagian yang tidak menyenangkan.

Tetapi harus kamu lakukan demi kebaikan bersama. Suatu saat, Anda dan pasangan Anda bisa bertemu dalam kondisi menjadi pribadi yang lebih baik dan perlahan rasa sakit itu akan hilang, tidak berbekas.

Anda pun sudah bisa mengenang hari-hari Anda bersama mantan pasangan dengan perasaan biasa-biasa saja. Anda juga bisa menjadikan hal itu sebagai pembelajaran untuk hubungan yang akan Anda jalin lagi. *

Artikel SebelumnyaCemburu dengan Pasangan, Salahkah?
Artikel Berikutnya5 Tips Ampuh Buat Pasangan LDR