Hasil Riset: Cinta pada Pandangan Pertama Tidak Benar

0
29
Hasil Riset: Jatuh Cinta pada Pandangan Pertama Tidak Benar
Foto: Grid.ID

PASANGAN.id – Semua orang pada setiap kesempatan sering berbicara tentang kisah atau perjalan cintanya dimulai dari kalimat jatuh cinta pada pandangan pertama. Klaim ini banyak dipercayai orang dan hingga hari ini selalu dipakai dalam kehidupan sehari-hari.

Pertanyaan yang muncul kemudian adalah apakah Anda juga termasuk dalam kelompok orang yang percaya dengan rumor jatuh cinta pada pandangan tersebut?

Jika ya, maka Anda sepertinya perlu mempertimbangkan hasil riset baru-baru ini yang menjelaskan bahwa jatuh cinta pada pandangan pertama tidaklah benar-benar nyata.

Berdasarkan penelitian yang diterbitkan di jurnal Personal Relationship, cinta pada pandangan pertama tidaklah ada.

Hasil Penelitian

Seperti dikutip dari My Domaine, penelitian yang dilakukan oleh peneliti dari University of Groningen ini menemukan bahwa ada tiga sebab mengapa seseorang merasa bahwa dirinya mengalami LAFS (Love At First Sight).

Tiga penyebabnya yaitu karena jatuh cinta, ketertarikan fisik, dan berbagi ilusi. Penelitian menemukan bahwa saat seseorang bertemu dengan orang yang disukainya pasti dia akan merasa tertarik.

Dan dengan menjalin hubungan bersama orang tersebut, itu dapat mengubah ingatannya sehingga pertemuan pertama jadi terasa jauh lebih istimewa.

Riset yang sama juga menyebutkan satu dari antara tiga orang merasakan hal ini sehingga untuk mengetahui kebenarannya peneliti tertarik untuk meneliti lebih jauh mengenai hal ini.

Peneliti lalu mengumpulkan 396 responden yang 62% di antaranya adalah wanita dengan rata-rata usia 24 tahun. Para responden diminta untuk menyelesaikan studi lab dan survei online.

Dalam survei online tersebut responden diminta untuk memilih gambar mana yang sesuai dengan kriteria pasangannya.

Setelahnya, para responden diminta melakukan tiga kencan kilat yang masing-masing dilakukan selama 90 menit.

Efek Ketertarikan Fisik

Hasil dari penelitian ini menemukan bahwa sebanyak 30% responden yang melakukan kencan kilat merasakan ketertarikan fisik dan sisanya sama sekali tidak merasakan cinta pada pandangan pertama.

Jadi jika cinta mereka tidak terbalas, maka mereka tidak akan merasakan LAFS alias cinta pada pandangan pertama.

Menurut para peneliti, ketertarikan fisik adalah hal utama untuk melaporkan seseorang merasakan LAFS.

Para peneliti menyimpulkan bahwa cinta pada pandangan pertama yang sering dirasakan oleh banyak orang bukanlah hal spesial yang berbeda dari jenis cinta pada umumnya.

Sehingga cinta pada pandangan pertama yang sesungguhnya sebenarnya tidaklah ada dan itu hanya ada di cerita dongeng. Bagaimana menurut Anda? Apa Anda mempercayai penelitian ini? Temukan jawaban Anda sendiri.