Sikap dan Cara Bertahan di Masa Tersulit dalam Hidup
Ngopi dulu - @ericafebri

Pasangan.id – Sikap dan cara bertahan di masa paling sulit dalam hidup sangat berat dan perlu ketegaran hati. Kesabaran dalam berproses sangatlah diperlukan untuk bisa melalui semua situasi ini.

Saat kita tidak dapat membenahi suatu hal, belum mengetahui jalan keluar terbaik dari permasalahan yang ada, karena itu bertahan menjadi salah satu diantara usaha terbaik yang dapat kita kerjakan. Ada saatnya, di masa paling sulit dalam kehidupan, yang dapat kita kerjakan hanya bertahan dan terus bertahan.

Bahkan juga usaha untuk tetap bertahan saja memerlukan keberanian dan keteguhan hati yang hebat dan luar biasa. Bertahan di masa-masa paling sulit dalam hidup supaya tidak depresi berlebihan sangatlah diperlukan.

Apapun permasalahan yang dihadapi sekarang ini, mudah-mudahan secepatnya ada kemudahan yang gantikan kesusahan dan kerumitan yang ada.

Baca: 10 Pertanda Kamu Terlalu Bucin saat Jatuh Cinta

Sikap dan Cara Bertahan di Masa Tersulit dalam Hidup
Istirahat dulu – @ericafebri

Sikap dan Cara Bertahan di Masa Tersulit dalam Hidup

Berikut ini lima cara atau langkah sederhana yang bisa dicoba agar setidaknya tidak mudah menyerah saat menghadapi fase yang seakan banyak menguras energi kita.

Pertama, Lakukan Segala Sesuatu yang Membantu Kita Tetap Berpikir Jernih

Mengutip buku Loving the Wounded Soul, manusia modern menghadapi krisis yang sangat besar. Otak manusia tidak dirancang untuk hidup dalam perasaan sepi yang berkepanjangan dan tubuh manusia tidak dirancang untuk menerima informasi yang sangat banyak.

Manusia modern juga memiliki kortisol dalam level yang konstan tinggi. Di sini kita bisa coba melakukan segala sesuatu yang bisa membantu kita tetap waras, seperti meditasi atau menekuni kegiatan yang bisa membuat kita merasa nyaman.

Selama kegiatan yang dilakukan tidak melukai diri sendiri atau merugikan orang lain, ktia bisa coba lakukan apa saja yang bisa membuat kita tetap punya semangat hidup.

Sikap dan Cara Bertahan di Masa Tersulit dalam Hidup
Liburan dulu – @ericafebri

Kedua, Terima Momen Masa Kini

“Kita hidup dalam sebuah logam yang berputar. Kita tidak dapat memprediksi bagaimana uang logam itu akan jatuh, tetapi kita menikmati kilauannya sewaktu uang logam itu berputar. ketika menjadikan uang logam yang berputar sebagai momen untuk dinikmati,” jelas Matt Haig dalam bukunya, The Comfort Book.

Ada kalanya kita hanya perlu menerima momen hari ini apa adanya. Menikmati enak tidaknya dan manis pahitnya realitas yang ada saat ini. Tak perlu menolak atau mencemaskan kejadian yang akan terjadi di depan, tetapi cukup jalani saja masa kini apa adanya.

Sikap dan Cara Bertahan di Masa Tersulit dalam Hidup
Gunung Prau – @ericafebri

Ketiga, Lapangkan Hati Menerima Takdir

Masa tersulit saat ini memang bukan hal yang memberikan kenyamanan dan kebahagiaan. Tapi, yakin saja ini akan membuka jalan kita menuju proses bertumbuh dan makin dewasa dengan lebih baik.

Terima saja hal-hal yang tak bisa kita ubah. Terima takdir yang memang sudah menjadi jalan hidup kita. Tak perlu menggenggam hal-hal yang sudah semestinya kita lepaskan.

Sikap dan Cara Bertahan di Masa Tersulit dalam Hidup
Gunung Gede Pangrango – @ericafebri

Keempat, Selipkan Rasa Syukur di Tengah Keseharian

Sudahkah bersyukur hari ini? Sekecil apa pun atau sesederhana apa pun hal yang bisa kita syukur hari ini, itu sudah bisa menghadirkan secercah harapan untuk tetap bertahan di masa sulit.

Bahagia dalam diri hanya muncul bersamaan dengan rasa syukur. Dengan kata lain, tinggi-rendahnya tingkat kebahagiaan seseorang berbanding lurus dengan tinggi-rendahnya rasa syukurnya. Bersyukur ibarat kunci untuk membuka pintu kebahagiaan kita sendiri.

Sikap dan Cara Bertahan di Masa Tersulit dalam Hidup
Gunung Sumbing – @ericafebri

Kelima, Berdialog dengan Diri Sendiri

Kita punya kecenderungan menyalahkan diri sendiri hingga menghukum diri sendiri atas hal-hal buruk yang ada di sekitar kita. Bahkan untuk fase tersulit yang terjadi saat ini kadang kita masih menyalahkan diri sendiri.

Sebelum kita makin menyakiti diri sendiri, ada baiknya untuk mengajak diri berdialog. Mendengarkan batin kita dan mendengarkan semua kesedihan yang ada di dalam diri.

Bisa jadi masa tersulit ini hadir karena kita sedang butuh ruang dan kesempatan yang lebih banyak untuk makin menyayangi diri sendiri lebih utuh lagi.

Sikap dan Cara Bertahan di Masa Tersulit dalam Hidup
Lelah itu terbayar – @ericafebri
Artikulli paraprakAngga Wijaya Gugat Cerai Dewi Perssik
Artikulli tjetërAgnez Mo Buktikan Masuk Top Chart Radio Amerika Serikat